Selasa, 24 September 2013

Mereka Tanggung Jawab Kita


MEREKA TANGGUNG JAWAB KITA

Rusaknya generasi muda adalah pangkal hancurnya masa depan bangsa. Kerusakan moral ini harus segera di obati, dicegah penularannya dan harus dinyatakan sebagai epidemi yang layak dihancurkan secara terkoordinasi.
Ketidakpedulian kita dengan permasalahan ini adalah langkah bunuh diri yang ampuh. Cepat atau lambat, barangkali anak-anak kita telah menjadi korban virus demoralisasi diatas. Ada yang masih ringan, ada pula yang sudah stadium lanjut dan parah.
Pada saat rusaknya moral yang massal, Allah SWT akan "mencicipkan" azabnya di muka bumi berupa berbagai musibah sebelum azab yang sesungguhnya di neraka kelak.
"Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka (orang-orang fasiq itu) sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (As Sajdah:21).           
Oleh karena itu kita patut patut peduli dan mengambil tanggung jawab secara kolektif tanpa terkecuali. Para guru, pembina agama, pemerintah, alumni, orang tua,  sesama siswa dan masyarakat luas harus bahu-membahu memberikan kontribusi pembinaan remaja.
Kewajiban kita melaksanakan dakwah kepada mereka adalah tanggung jawab yang kelak akan Allah tanyakan langsung di akhirat.
“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, ‘Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?’ Mereka menjawab,’Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabb-mu, dan supaya mereka bertaqwa.” (Al A’raf:164).
Sementara itu, kelalaian kita dengan tugas dakwah bahkan dapat menjadi penyebab datangnya azab Allah SWT yang merata. Rosulullah SAW bersabda, ”Jika manusia (sungguh) melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan semua manusia akan terkena siksa Allah lantarannya.” (HR. Ibnu Majah).

#tulisan ini diambil dari e-book 'PANDUAN DAKWAH SEKOLAH: KERJA BESAR untuk PERUBAHAN BESAR karya Thariq Yahya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar